Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan berita pelanggaran wilayah kita oleh Malaysia pada 7 hari ini. Tentunya kita, sebagai warga negara Indonesia, sangat gemas pada aksi provokasi yang dilakukan oleh Malaysia. Jangankan pelanggaran batas wilayah, dahulu saja kita sudah sering mendengar berita bahwa, banyak TKI yang bekerja di Malaysia yang berangkat menuju Negeri Jiran untuk mencari nafkah, ternyata pulang membawa nama. Belum lagi, beberapa diantara kita pernah mendengar bahwa Malaysia sering menggeser patok perbatasan dengan Indonesia terutama di perbatasan darat.
Namun kita perlu sedikit lega (sekaligus berharap kejadian terburuk tak pernah terjadi), pasalnya, TNI AL telah menempatkan ± 6 kapal perang. Bahkan TNI AL mengikutsertakan salah satu kapal terbaru mereka dari kelas SIGMA. Dan menempatkan pesawat patroli maritim NC-212 Nomad.
Jika kita berpikir bahwa alutsista kita sudah berjenggot dan terlalu empuk, mari kita lihat kapal perang Malaysia yang sama sebelas duabelasnya dengan kapal perang kita. Namun kita patut berbangga bahwa dalam peringkat militer dunia, negara kita berada ditingkat yang tidak mengecewakan, yakni peringkat ke-13 dunia. Tapi kita tetap tidak boleh meremehkan kekuatan lawan.
Dahulu, semasa Presiden Soekarno berkuasa, kita pernah juga berkonfrontasi dengan Malaysia, yakni dalam Dwikora. Sebenarnya penulis tidak terlalu tahu banyak tentang Konfrontasi dengan Malaysia ini namun, sejauh penulis tahu, ABRI berhasil membungkam 200 orang SAS walaupun kita harus kehilangan 2000 orang KOPASSUS (Lihat: Wikipedia Indonesia).
Yang kita sayangkan adalah, tindakan pemerintah Malaysia yang tampak setengah hati dalam diplomasi. Tentunya kita tidak ingin lagi kehilangan pulau tercinta kita seperti pada provokasi Malaysia masalah Ambalat yang lalu. Namun sebagai negara yang cinta damai, kita harus mendahulukan diplomasi sebelum senjata. Maka dari itu sebagai warga negara yang baik, kita harus belajar dengan giat dan menjadi orang yang berkualitas agar negara kita tidak menjadi bulan-bulanan lagi.

0 komentar:
Posting Komentar