Tak Ada Musim Panas 2.000 tahun Lalu
Kerstin Huber, ilmuwan di Institute for Limnology, Austrian Academy of Sciences, menyatakan dalam laporan akademis paling akhirnya bahwa, menurut analisis sisa ganggang dan tepung sari dari endapan di Danau Lange, Carinthia, Austria, tak ada musim panas di daerah tersebut saat itu, dan rangkaian fluktuasi mencapai hampir 8 derajat Celsius.
Menurut laporan tersebut, setelah berakhirnya Zaman Es sekitar 20.000 tahun lalu, temperatur di Bumi menjadi kian hangat. Sekitar 17.000 tahun lalu, Bumi mengalami gelombang dingin yang drastis yang berlangsung selama hampir 2.500 tahun. Sampai 14.500 tahun lalu, temperatur naik lagi.
Saat itu, di daerah Danau Lange, temperatur rata-rata air pada musim panas memiliki perubahan cepat. Pada masa suhu hangat, temperatur mencapai 18 derajat Celsius, sementara pada masa dingin, temperatur hanya mencapai 10 derajat Celsius. Temperatur atmosfir di wilayah tersebut juga memperlihatkan kondisi turun-naik yang sama.
Saat iklim berubah, kondisi itu akan secara langsung mempengaruhi berbagai jenis tanaman yang tumbuh, seperti belukar, sementara rumput dan ganggang dapat bertahan hidup pada kondisi temperatur rendah, sedangkan pepohonan dan tanaman lain hanya cocok buat cuaca yang lebih hangat.
Itu sangat mirip dengan lingkaran pohon, endapan tersebut bercampur dengan serbuk sari ganggang dan tanaman terestrial telah bertumpuk dari hari ke hari di dasar danau, yang juga menyimpan keterangan mengenai iklim.
Oleh karena itu, dengan menganalisis endapan ganggang dan serbuk sari dari bermacam jaman di dasar danau, akan dapat dipahami kondisi iklim saat itu dengan mengidentifikasi jenis tanaman di sana.
Beberapa ilmuwan Austria mengumpulkan inti endapan dari kedalaman 3,4 sampai 4,4 meter di dasar Danau Lange, yang sejalan dengan usia 19.000 sampai 13.000 tahun lalu. Dengan menganalisis jenis ganggang dan serbuk sari pada inti endapan, mereka menyimpulkan bahwa temperatur planet ini saat itu rendah dan mudah berubah.
Dengan laporan itu, Hubert menempati posisi pertama dalam kompetisi 'ilmuwan menulis siaran pers 2009', yang diselenggarakan oleh perhimpunan 'rekayasa dialog-genetika' melalui kerja sama dengan Austrian Press Agency (APA). (Xinhua-OANA/Ant/OL-06)
Ditemukan Pasangan dari zaman Trojan

ANKARA--MI: Beberapa ahli arkeologi di kota tua Troy di Turki telah menemukan kerangka seorang pria dan seorang wanita yang diduga meninggal pada 1.200 SM, saat perang legendaris yang diceritakan Homer, seorang profesor kenamaan Jerman, Selasa (22/9).
Ernst Pernicka, profesor arkeometri di University of Tubingen, mengatakan kedua kerangka itu ditemukan di dekat satu jalur pertahanan di dalam kota tersebut, yang dibangun pada penghujung jaman Perunggu. Pernicka memimpin penggalian di tempat di bagian barat-laut Turki.
Temuan itu dapat menambah bukti bahwa daerah dataran rendah Troy berukuran lebih besar pada akhir Jaman Perunggu dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, sehingga mengubah pendapat para ilmuwan mengenai kota 'Iliad'.
"Jika kerangka tersebut dikonfirmasi berasal dari masa 1.200 SM, itu akan bertepatan dengan masa perang Trojan. Kedua orang ini dikuburkan di dekat partikel debu. Kami sedang melakukan pemeriksaan radiokarbon, tapi temuan itu mengejutkan," kata Pernicka dalam wawancara telepon.
Ancient Troy, yang terletak di sebelah barat-laut Turki era-modern di mulut Dardanelles tak jauh sebelah selatan Istanbul, digali pada 1870-an oleh Heinrich Schliemann, pengusaha Jerman dan ahli arkeologi yang memelopori penggalian dan menemukan kota yang berliku dan curam yang digambarkan oleh Homer.
Pernicka mengatakan barang tembikar yang ditemukan di dekat kedua mayat itu, yang bagian bawah tubuh mereka hilang, dikonfirmasi berasal dari masa 1.200 SM, tapi menambahkan pasangan tersebut boleh jadi telah dikuburkan 400 tahun kemudian di satu tempat pekuburan yang oleh para ahli arkeologi disebut Troy VI atau Troy VII, lapisan reruntuhan yang berbeda di Troy.
Puluhan ribu pengunjung setiap tahun mendatangi reruntuhan Troy, tempat replika sangat besar patung kuda dari kayu berdiri bersama deretan reruntuhan penggalian. (Ant/OL-04)
Tajikistan Akan Bangun Masjid Terbesar Di Dunia

Dengan tujuan untuk menjadi pusat budaya dan sejarah Islam yang terbesar di Asia Tengah dan dunia, Tajikistan berencana untuk membangun salah satu mesjid terbesar di dunia.
"Masjid ini diharapkan menampung sekitar 150.000 orang," kata seorang jurubicara presiden Tajikistan dalam sebuah siaran pers yang dikutip oleh website The Financial pada hari Senin kemarin.
"Konstruksi bangunan ini diharapkan akan dimulai di Dushanbe pada bulan Oktober."
Didanai oleh negara Teluk Qatar dan Uni Emirat Arab, masjid direncanakan akan siap pada tahun 2014.
Masjid yang akan dibuat tersebut akan mencerminkan arsitektur tradisional Tajikistan, dan dibangun pada ruang sebesar 7,5 hektar (18,5 ecar) di tengah-tengah ibukota Dushanbe.
"Masjid akan dihiasi dengan sebuah menara megah, dengan tujuh kolom yang dicat, melambangkan tujuh langkah Allah menciptakan dunia dan tujuh gerbang ke surga, serta waduk air dan air mancur, yang akan menjadi saksi bahwa Tajikistan sebagai negara dengan air yang murni, "kata juru bicara kepresidenan.
Masjid ini juga akan memiliki konferensi hall untuk pertemuan para bagi orang-orang penting. Serta akan memiliki sebuah museum dan perpustakaan.
Mega proyek ini juga mencakup pembangunan sebuah Universitas Islam selain masjid.
Tajikistan, salah satu dari lima negara Asia Tengah bekas Uni Soviet, memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1991.
Umat Muslim merupakan hampir 90 persen dari Tajikistan yang berpenduduk 7,2 juta jiwa, menurut CIA factbook.(fq/iol)
Satelit Korsel Gagal Masuki Orbit

SEOUL--MI: Satelit Korea Selatan (Korsel) gagal memasuki orbit sasarannya setelah berhasil memisahkan diri dari roket pengantarnya.
"Kami tak dapat menemukan satelit tersebut di orbitnya, tempat satelit itu mestinya berada," kata Menteri Ilmu Pengetahuan Ahn Byung-man dalam suatu taklimat, Selasa (25/8). Ia menyebutnya kegagalan sebagian.
Namun, pemerintah menyatakan Seoul belum mengidentifikasi penyebab pasti peristiwa itu. Pemerintah sedang mengamati satelit tersebut. Meskipun berjalan sebagaimana rencana, satelit terpisah pada ketinggian 26 kilometer lebih tinggi dari posisi sasarannya.
"Kami sekarang melakukan analisis guna memeriksa seberapa jauh satelit itu menyimpang dari orbit sasarannya," kata Lee Joo-jin, pemimpin pusat ilmu pengetahuan yang bertanggung jawab atas peluncuran tersebut. Ditambahkannya, satelit itu tak memiliki peluncur sendiri yang berarti satelit tersebut tak dapat ditempatkan di orbit lagi.
Namun, Lee tak bersedia mengatakan kontak dapat dilakukan dengan satelit itu dan juga tak mengatakan bahwa satelit tersebut telah hilang. Kendaraan-1 Peluncuran Antariksa Korea (KSLV-1), yang membawa satelit itu, diluncurkan pukul 05.09 waktu setempat (17:00 WIB). Awalnya, roket berhasil melakukan pemisahan tahap-1 dan tahap-2.
LIPI Luncurkan Satelit Rada Pertama Indonesia
Terciptanya radar pertama Indonesia ini merupakan bukti bahwa peneliti Indonesia mampu membuat alat berteknologi tinggi, kata Kepala LIPI, Prof. Dr. Umar Anggara Jenie dalam acara peluncuran yang dilakukan di Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2PTTG) LIPI di Subang, Jawa Barat (Jabar). Acara tersebut digelar dalam rangkaian ulang tahun ke-42 LIPI.
\"Daripada kita harus membeli peralatan teknologi ke luar negeri dengan harga mahal, lebih baik mendorong peneliti bangsa untuk membangun kemandirian bangsa,\" kata Umar.
Peneliti pada Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Dr. Mashury Wahab, menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan selama tiga tahun.
\"Kami memiliki tim peneliti sebanyak 20 orang untuk penelitian dan pengembangan ISRA ini,\" ungkap Mashury.
Sebelumnya, kata dia, para peneliti tersebut diberi bantuan oleh Pemerintah Belanda untuk pendidikan dasar. \"Setelah mendapatkan dasar pendidikan kemudian kami aplikasikan dan kembangkan,\" lanjutnya.
Radar pengawas pantai ISRA ini, kata Mashury, menggunakan teknologi Frequency-Modulated Continuous Wave (FM-CW) sehingga konsumsi daya dan ukuran radar menjadi lebih kecil.
\"Mekipun dalam ukuran yang kecil tapi tidak mengurangi keunggulan-keunggulan yang dimiliki radar ini,\" ujarnya.
Salah satu fungsi radar pengawas pantai ini, kata dia, adalah mendeteksi keberadaan kapal di laut yang sedang mendekat.
\"Radar ini akan mendeteksi kapal yang berada dalam jangkauan kerja radar ini yang kemudian akan ditampilkan di monitor,\" katanya. Dia menambahkan bahwa radar tersebut mampu mendeteksi hingga jarak 64 km.
Sebetulnya, kata Mashury, teknologi radar pengawas pantai ini akan terus dikembangkan hingga radar jenis tiga.
\"Kami masih terus mengembangkan beberapa jenis radar semacam ISRA yaitu satu jenis direncanakan selesai pada tahun 2010 mendatang dan satu jenis lagi selesai pada tahun 2011 mendatang,\" katanya.
Seluruh radar ini tersebut akan bekerja secara berhubungan. \"Kelak ketiga radar ini akan bekerja secara berhubungan sehingga kita tidak perlu memantau langsung ke lokasi penempatan radar karena telah terhubung melalui monitor,\" jelasnya.
Beberapa komponen dalam radar itu, kata dia, masih harus diimpor. \"Terdapat 60 persen komponen radar ISRA yang diimpor dari luar negeri,\" ujarnya.
Untuk penelitian dan pengembangan radar tersebut Mashury menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan dana hingga Rp3 miliar.
\"Dana ini terbilang efisien dibandingkan dengan biaya radar yang harus dibeli dari Polandia dengan harga mencapai Rp9 miliar,\" demikian Mashury Wahab.
Ada Apa Diantara Kepemimpinan Umar dan Utsman?

Tak ada perdebatan panjang ketika Abu Bakar Siddiq ra menjadi khalifah meneruskan apa yang telah dibangun Rasulullah saw. Walau telah muncul riak-riak dari mereka kaum munafik seperti enggan membayar zakat, tapi Abu Bakar tetap tegas dalam segala urusannya. Di samping itu, Abu Bakar mempunyai seorang Umar bin Khattab yang sanggup menjadi penyelesai kerikil-kerikil dalam dakwah Islam ketika itu.
Ketika Abu Bakar mangkat, tak banyak pula debat kusir siapa harus menggantikannya. Umar bin Khattab menjadi satu-satunya kandidat yang paling memenuhi syarat di antara yang lainnya. Namun ketika mencari pengganti Umar bin Khattab, umat mulai terbelah dengan keraguan yang begitu tinggi: Siapa di antara Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Saad bin Malik, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Thalhah bin Ubaidillah? Ini berdasarkan dari perkataan Rasulullah sebelum wafat, “Hai umatku, Abu Bakar sedikitpun tak pernah mengecewakanku, maka ketahuilah haknya itu. Hai umatku, aku ridho kepada Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Ustman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Saad bin Malik, Abdurrahman bin Auf, serta Muhajirin yang mula pertama, maka ketahuilah hak mereka itu.” Abu Bakar dan Umar wafat, maka hanya tertinggal enam orang tersebut.
Abdurrahman buru-buru mengundurkan diri dengan menyatakan, “Hendaknya aku hanya ingin memilih saja, bukan dipilih.” Ia pun mendatangi rakyat untuk mengumpulkan opini dan kecenderungan rakyat. Di sinilah mulai terkuak sesuatu yang kelak menjadi pengulangan sejarah beradab-abad kemudian bahkan sampai kini. Di antara keenam orang itu, jelas Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib menjadi yang paling diutamakan—ini karena kelebihan-kelebihan mereka tentu saja. Tapi siapa: Ustman ataukah Ali?
Umat akhirnya memilih Ustman.
Seperti kita ketahui, Umar bin Khattab memimpin dengan ketat. Ia tak akan segan menyeret gubernurnya yang hidup mewah, bahkan memecatnya. Cara yang ditempuh oleh Umar adalah mengurangi keinginan untuk bersenang-senang, bahkan dalam hal-hal yag terhitung halal. Ini dilakukannya agar tidak terlena pada kenikmatan duniawi—bayangkan, Umar adalah seorang khalifah, dan ia mungkin tinggal menjentikan jari jika menginginkan sesuatu, tapi itu tidak ia lakukan.
Umar memulai dari dirinya sendiri, keluarganya, serta karib kerabatnya. Jika terdengar seorang pembesar yang hidup mewah, dengan segera dipanggilnya ke Madinah, kemudian diperkarakan. Bila di kemudian hari, pembesar itu masih melakukan hidup seperti itu juga, Umar memecatnya. Tujuan Umar jelas, agar umat menemukan pada pribadi pembesar mereka sebuah teladan yang membantu mereka untuk tidak terpikat oleh gelimang harta dan silau dunia.
Beberapa hari setelah diangkat jadi khalifah, Ustman teringat akan sebuah kejadian. Ketika hari yang panas menyengat, Ustman tengah berada dalam rumahnya, memandang keluar jendela dan dilihatnya seseorang yang menyusuri jalan. Ustman berpikir orang itu adalah seorang musafir, maka ia sudah menyiapkan diri untuk memanggilnya jika sudah dekat rumahnya, agar lelaki itu menepi dan berteduh dahulu, dan Ustman akan diberinya pertolongan dari kesusahan yang dialaminya.
Namun alangkah terkejutnya Ustman ketika mendapati lelaki itu adalah Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Umar sempoyongan menghela seekor unta yang berjalan di belakangnya. Matahari jelas telah menyengat Umar sedemikian rupa. Ustman bergegas menghampiri Amirul Mukminin, “Dari mana engkau Amirul Mukminin?”
“Sebagaimana yang kau lihat,” jawab Umar tersenyum, “Ada seekor unta dari hasil zakat yang lepas dan melarikan diri. Hingga aku segera menyusulnya, kemudian membawanya pulang kembali.”
Ustman mengerutkan keningnya, “Bukankah masih ada orang lain selain engkau yang bisa melakukan pekerjaan itu?”
“Tetapi,” tukas Umar lagi, “siapakah yang bersedia menggantikan aku di pengadilan Illahi, kelak?” Ustman meminta Umar untuk beristirahat sejenak menunggu panas matahari mereda. Tapi Umar bin Khattab menolak. “Kembalilah ke tempatmu, hai Ustman…” ujarnya.
Umar melanjutkan perjalanannya, meninggalkan Ustman, “Sungguh, engkau telah menyusahkan orang yang akan menjadi penggantimu, Amirul Mukminin…” gumam Ustman seraya tertunduk. Ustman sadar sepenuhnya, bahwa orang-orang menyokongnya untuk menjadi khalifah—bukannya Ali bin abi Thalib. Itu disebabkan keinginan umat yang ingin bebas dari aturan dan gaya hidup yang diterapkan dan dijalani Umar bin Khattab selama ini. Jika Ali yang menjadi khalifah, maka akan merupakan kelanjutan sistem yang ditempuh Umar, yaitu tegas dan ketat.
Ustman berpendirian bahwa harta itu diciptakan untuk mempermudah dan memperlancar kehidupan. Selama harta itu halal dan diperbolehkan menikmatinya, ia mempersilakan umat untuk memperoleh kebahagian hidup dan kenikmatan dunia—tidak peduli ia pejabat, pembesar , atau rakyat biasa. Bagi Ustman, tidak ada alasan untuk memcat seorang gubernurnya yang hidup mewah dan mereguk kehidupan duniawi, selama ia tidak melakukan dosa dan berbuat salah. Ustman tidak seperti Umar yang menganggap harta kekayaan akan menimbulkan bahaya layaknya minuman keras.
Sejak kepimpinan Ustman, dimulailah kehidupan umat yang bergelimang harta dan sedikit demi sedikit, dan akhirnya sepenuhnya menjadi terbuka pada berbagai kecenderungan harta duniawi selama beratus tahun, dan mungkin sampai kini—mereka berpegang, bahwa Ustman pun, salah satu yang dikasihi oleh Rasulullah saw membolehkan hidup mewah. Namun umat lupa bahwa Ustman, yang membolehkan kehidupan mewah, tidak menjalani hidup mewah, hanya sedikit berkecukupan. Ustman adalah seseorang yang peka terhadap keadaan dan kebutuhan orang lain, mendahulukan kepentingan orang banyak, lemah lembut, dan cerdas. Inilah yang tidak dicontoh dari umat berikutnya; mereka mengambil yang diperbolehkan Ustman bin Affan namun mengabaikan sifat Ustman yang demikian mulia. Mereka membolehkan diri hidup mewah namun sama sekali tidak peka terhadap kesulitan yang diderita umat. Wallohu alam bishawwab.TNI AL Menambah 14 Orang KOPASKA dan 42 Yontaifib

SURABAYA--MI: Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Kobangdikal) telah berhasil menggembleng 14 prajurit Pasukan Katak dan 42 prajurit Intai Amfhibi (Taifib).
Dengan demikian, TNI AL telah menambah kemampuan dan daya dobraknya dengan bergabungnya 56 prajurit Pasukan Elit TNI AL yang memiliki kemampuan khusus itu. Ke-56 pasukan khusus TNI AL itu berhak atas brevet pasukan katak dan trimedia Taifib Marinir setelah berhasil mengikuti pendidikan selama 10 bulan di Kobangdikal. Menurut siaran pers yang diterima Media Indonesia, penyematan brevetnya sendiri dilakukan oleh Wadan Kobangdikal Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman di Kobangdikal, Bumimoro, Surabaya, Jumat (28/8).
Dalam masa 10 bulan penggemblengan tersebut, ke-56 prajurit calon pasukan elit TNI AL ini telah mengalami pendidikan yang berbeda dengan pendidikan prajurit biasanya. Tingkat kesulitan, bobot, dan risiko latihannya pun lebih tinggi bila dibanding dengan prajurit lainnya. Hal ini dimaklumi karena pasukan elit memang disiapkan untuk melaksanakan tugas-tugas khusus dengan tingkat tekanan yang tinggi namun harus tetap cermat, tepat, dan akurat dalam pelaksanaanya.
Setiap tahunnya, Kobangdikal sebagai lembaga pencetak SDM TNI AL, senantiasa meluluskan prajurit dengan kualifikasi khusus seperti Paska dan Taifib dalam jumlah terbatas. Ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas lulusan dalam tiap angkatan. Lulusan kali ini adalah Dikpaska angkatan ke-32 yang digembleng di Pusat Pendidikan Khusus, Kodikosla. Sementara itu, Diktaifib angkatan ke-35 digembleng di Pusdik Infantri Marinir, Kodikmar Gunugsari.
Tempat Pemandian Purbakala DITEMUKAN

SEMARANG--MI: Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) yang melakukan penggalian benda cagar budaya (BCB) di Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jumat (3/7), menemukan bangunan kuno yang diperkirakan merupakan tempat pemandian.
BP3 diperkirakan masih bisa menemukan BCB berharga lain, sebab penggalian yang dilakukan baru sekitar 20 persen.
Petugas Penggambaran Subkelompok Pemugaran BP3 Jetang, Andriyanto, mengatakan, penggalian melibatkan lima tenaga dari warga lokal dan seorang koordinator lapangan dari BP3 Jateng, serta seorang petugas gambar.
Di sebelah utara lokasi penggalian sudah ditemukan Candi Ngempon yang merupakan tempat ibadah agama Hindu. "Jadi, dari bentuknya sementara, BCB yang ditemukan adalah tempat pemandian atau menyucikan diri," katanya.
Di atas sudut pagar tangga masuk ditemukan arca berupa gajah duduk atau dikenal dengan arca ganesha. Jarak antara permukaan tanah dan atap benda cagar 1,2 meter dan ketinggian pagar 1,5 meter. (Ant/OL-04)
Endeavour Diluncurkan Sabtu..

FLORIDA--MI: Pesawat ulang alik Endeavour telah melakukan persiapan akhir, Kamis (9/7) di Stasiun Ruang Angkasa Kennedy, Florida, Amerika Serikat, untuk peluncuran yang dijadwalkan dilakukan pada Sabtu 11 Juli nanti.
Endeavour akan mengorbit selama 16 hari dengan misi berada di Stasiun Ruang Angkasa Internasional, dan dijadwalkan melakukan lima kali perjalanan di ruang angkasa. Selain itu, para awak memiliki misi untuk menyelesaikan konstruksi laboratorium eksplorasi ruang angkasa milik Jepang yang diberi nama Kibo.
Tingkat keterpilihan SBY kalahkan Obama!!
"Tadi saya coba-coba hitung jika hasil hitung cepat konsisten dengan hasil KPU. Ada fakta yang menarik perhatian yakni (SBY) memecahkan rekor presiden yang dipilih secara langsung. Obama hanya dipilih oleh sekitar 69 juta rakyat AS," kata Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Bara Hasibuan, di Jakarta, Kamis (9/7).
Ia mengatakan, jika hitung cepat itu benar, jumlah golput sekitar 20 persen dan jika suara tak sah 10 persen maka jumlah suara sah mencapai 70 persen.
Sementara itu jumlah pemilih yang tercatat di daftar pemilih tetap sekitar 170 juta. Artinya, jumlah suara sah sekitar 119 juta suara. Jika SBY menang dengan persentase 60 persen maka total suara yang memilih SBY sebesar 71 juta atau di atas Obama yang hanya 69 juta atau sekitar 52 persen dari jumlah pemilih AS.
Kemenangan SBY, katanya, semakin berarti karena jumlah capres di AS hanya dua sementara di Indonesia tiga pasangan. Tidak hanya itu, jumlah pemilih di AS juga lebih besar dibanding dengan di Indonesia. (Ant/OL-04)
